Kamis, 05 Desember 2013

CaTaTaN PaDaMu (RiNgKaSaN 2)

PeNaNTiaN RuH

  • Kematian seseorang tergantung amal dan rencana Allah untuk menggugurkan dosanya.
  • Rasulullah SAW bersabda,"Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon durI itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek?(HR. Bukhari)
  • Soal rasa sakit saat sakaratul maut ini, ulama menegaskan hanya dapat diketahui oleh orang yang tengah mengalami kematian. Dimana ada seorang Ulama yang menghidupkan satu mayat di perkuburan dengan cara berdo'a pada Allah SWT dengan bersungguh - sungguh dan niat baik pula.
  • Gambaran tentang seberapa sakitnya saat nyawa hendak dicabut dari satu mayat tersebut, disebutkan bahwa lima puluh tahun mayat tersebut mengalami kematian, namun hingga saat dihidupkan lagi rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dari mayat tersebut.
  • Diuaraikan Imam Ghozali, "Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan meyebar ke seluruh anggota badan sehingga orang yang sedang sekarat merasa ditarik - tarik dan di cerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki."
  • Sakit yang tak terperikan saat meregang nyawa itu membuat lumpuh semua anggota badan. Tak ada lagi kekuatan untuk meminta tolong, bahkan berbisik pun lidah kaku tiada daya.
  • "....Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang - orang zalim (berada) dalam tekanan - tekanan sakaratul, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata):'Keluarkanlah nyawamu'...." (QS. Al-An'am,6: 93)
  • Tak jarang ruh orang yang sudah mati minta dikembalikan ke dunia agar bisa menambah amalnya lagi. Bagaimana tidak, kebaikan sekecil apapun ternyata mendapat balasan yang tak terduga. 
  • Ruh akan menyesal tak menjadikan setiap detik hidupnya di dunia sebagai amal saleh.
  • Wahai diri, tidak ada yang paling pasti di dunia kecuali kematian. Ia datang dengan paksa, tak pernah memberi pilihan.Tapi yang Maha Pengendali Kematian begitu Pemurah, memberi kesempatan seluas - luasnya kepada kita untuk memilih cara hidup sesudah mati sesuai dengan keinginan kita.
  • Apakah setelah perjuangan berat sakaratul maut kita memperoleh kenikmatan yang tak terbayangkan, atau justru dijerembabkan dalam siksa yang lebih dahsyat dari sakaratul maut itu sendiri? Jawabannya ada setiap detik hidup kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar