Sabtu, 14 Desember 2013

CaTaTaN DeMi WaKTuKu...(RinGKaSaN 15)




KeSeMPuRNaaN ISLAM(17)





Karakteristik Masyarakat Islam (4).


  • Karakteristik utama masyarakat Islam yang digambarkan dalam ayat - ayat Al - Qur'an antara lain : 

  1. Kemerdekaan Hakiki.
  2. Keadilan dan Persamaan Derajat.
  3. Sikap Mental Positif Dan Produktif.
  4. Toleransi Agama. 


Toleransi Agama.

  • Peradaban Islam yang memperkenalkan model toleransi beragama kepada dunia.
  • Umat Islam sangat yakin akan kesempurnaan dan kebenaran Islam dan bahwa Islam adalah satu - satunya agama yang diridhai Allah SWT.
  • Firman allah SWT :
"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali - kali, tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia akhirat termasuk orang - orang yang rugi." (Qs. Ali Imran,3 : 85)
  • Namun, keyakinan tentang kesempurnaan dan kebenaran Islam itu tidaklah membuat mereka meberanguskan agama - agama lain.
  • Sebaliknya, para pemeluk agama non Islam menikmati hidup dalam agamanya sendiri di bawah naungan Islam dan pemerintahan Islam.





CaTaTaN DeMi WaKTuKu...(RiNgKaSaN 14)

KeSeMPuRNaaN ISLAM(16)





Karakteristik Masyarakat Islam (3).


  • Karakteristik utama masyarakat Islam yang digambarkan dalam ayat - ayat Al - Qur'an antara lain : 

  1. Kemerdekaan Hakiki.
  2. Keadilan dan Persamaan Derajat.
  3. Sikap Mental Positif Dan Produktif.
  4. Toleransi Agama. 


Sikap Mental Positif dan Produktif.

  • Keyakinan akan kekuasaan Allah SWT, masyarakat Islam adalah masyarakat yang para anggotanya memiliki sikap mental (Ma'nawiyyah) yang unggul dan siap mengusung peradapan imani yang menyejahterakan.
  • Sikap mental itu adalah :
1. Ketentraman Jiwa.                                                           
  • Ini telah diperagakan wanita di zaman Tabi' in, saat suaminya mati syahid. Sang istri justru biasa - biasa saja, "Setahu saya, suami saya itu adalah konsumen rezeki Allah dan bukan pemberi rezeki. Jadi seandainya konsumen rezeki itu tiada atau meninggal maka pemberi rezeki tidak akan pernah pergi (Allah SWT).                                                                                               
2. Semangat Berusaha.

  • Abdullah bin Mas'ud berkomitmen,"seandainya saya tahu bahwa besok terjadi kiamat, sementara di genggaman tangan saya ada benih untuk saya tanam, maka saya akan tetap menanamnya."
  • Hal itu adalah gambaran etos kerja Muslim sejati dan masyarakat Islam pada umumnya yang tidak menyia - nyiakan peluang untuk membangun kehidupan baik dunia maupun akhirat.
  • Oleh karena itu menganggur (tidak ada kerja atau aktivitas) merupakan sesuatu yang dibenci Umar Bin Khattab.
  • Ia pernah mengatakan, "Aku tidak suka melihat orang menganggur tanpa pekerjaan untuk akhirat tidak pula untuk dunia."

  • Semangat berusaha seorang Mukmin didasari kesadaran bahwa dirinya bertanggung jawab atas pemakmuran negeri, penciptaan lapangan kerja, dan pembagian rezeki Allah SWT secara adil.
  • Seseorang menjadi cacat dalam keimanan jika seseorang meninggalkan sikap profesional dan serius dalam berusaha dan bekerja, baik dalam hal sains, teknologi, ekonomi, kedokteran, dakwah, maupun usaha lainnya untuk membangun kejayaan umat dan kesejahteraan bangsa.
  • Rasulullah SAW bersabda,"Sesungguhnya Allah mencintai seseorang jika melakukan sesuatu dengan itqan (profesional)."



CaTaTaN DeMi WaKTuKu...(RiNgKaSaN 13)

KeSeMPuRNaaN ISLAM(15)





Karakteristik Masyarakat Islam (2).

  • Karakteristik utama masyarakat Islam yang digambarkan dalam ayat - ayat Al - Qur'an antara lain : 

  1. Kemerdekaan Hakiki.
  2. Keadilan dan Persamaan Derajat.
  3. Sikap Mental Positif Dan Produktif.
  4. Toleransi Agama. 


Keadilan dan Persamaan Derajat.

  • Dalam masyarakat Islam, semua orang berada pada derajat yang sama terutama di hadapan hukum.
  • Kemuliaan seseorang hanya ditakar dengan ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
  • Seseorang dihormati karena kesalehan dan kontribusi baiknya kepada kehidupan.

CaTaTaN DeMi WaKTuKu...(RiNgKaSaN 12)

KeSeMPuRNaaN ISLAM(14)





Karakteristik Masyarakat Islam (1).

  • Karakteristik utama masyarakat Islam yang digambarkan dalam ayat - ayat Al - Qur'an antara lain : 

  1. Kemerdekaan Hakiki.
  2. Keadilan dan Persamaan Derajat.
  3. Sikap Mental Positif Dan Produktif.
  4. Toleransi Agama. 


Kemerdekaan Hakiki.

  • Landasan hidup individu dan masyarakat Muslim adalah pengabdian murni kepada Allah SWT, maka akidah Islam menolak penghambaan, pengabdian atau pemujaan kepada sesuatu selain Allah SWT, baik itu manusia atau makhluk lainnya.
  • Kata Rib'i bin 'Amir  saat berdialod dengan Rustum (Panglima Perang Persia), "Kami diutus Allah untuk memerdekakan manusia dari penghambaan kepada sesama manusia menuju pengabdian kepada Allah SWT."



CaTaTaN DeMi WaKTuKu...(RiNgKaSaN 11)

KeSeMPuRNaaN ISLAM(13)





Karakteristik Masyarakat Islam.



  • Masyarakat Islam mempunyai kekhasan yang dikarenakan dibangun diatas fondasi yang pengabdian utuh kepada Allah SWT seperti tauladan Rasulullah SAW.
  • Karakteristik mengacu pada realitas yang pernah terjadi dan berlaku berabad - abad lamanya di masa keemasan Islam.
  • Menghadirkan kondisi masa lalu dalam benak kita hari ini, juga menjadi bukti bahwa akidah Islam terwujud dalam pengabdian karakteristik kehidupan dan perilaku unik sekaligus indah.
  • Terutama pada masa Rasulullah SAW, segala gambaran tentang masyarakat Islam yang diarahkan dalam Al - Qur'an secara umum terwujud.
  • Firman Allah SWT :
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah." Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka : "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang - orng yang berserah diri kepada Allah." (Qs. Ali Imram,3 : 64)

"Dan orang - orang yang beriman,  lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong dari sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. At - Taubah, 9 : 71)

"Dan orang - orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa - apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang - orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang - orang yang beruntung. (QS. Al -Hasyr,59 : 9)

Dan orang - orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdo'a : "Ya.....Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara - saudara kami, yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang - orang yang beriman; Ya...Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS. Al Hasyr,59 : 10)
 

  • Ayat - ayat tersebut merupakan arahan ideal dan informasi tentang kaum Muslimin generasi - generasi awal.
  • Dengan kata lain, apa yang menjadi idealita itu telah benar - benar mewujudkan dalam kehidupan. Jejaknya pun mudah ditemukan dalam sejarah.
  • Karakteristik utama masyarakat Islam yang digambarkan dalam ayat - ayat diatas antara lain : 
  1. Kemerdekaan Hakiki.
  2. Keadilan dan Persamaan Derajat.
  3. Sikap Mental Positif Dan Produktif.
  4. Toleransi Agama. 



CaTaTaN DeMi WaKTuKu...(RiNgKaSaN 10)

KeSeMPuRNaaN ISLAM(12)





3 Pilar yang dipancang Rasulullah SAW saat membangun Masyarakat Madani.

Beberapa pelajaran penting untuk membangun masyarakat Islam antara lain :

  1. Keniscayaan untuk membina manusia menjadi afrad ( individu - individu) Muslimin yang memiliki hubungan kuat dengan Allah SWT dan siap melaksanakan segala perintah Allah sebagai bahan baku dibangun masyarakat Islam.                                                                                                                                                             
  2. Afrad (individu - individu) yang terbina harus direkat dan dirakit dalam sebuah tatanan sehingga menjadi bangunan yang kokoh (bunyanun Marshush).                                                                                                                                         
  3. Penting mendeklarasikan dan independensi komunitas (masyarakat) Islam agar memiliki posisi tawar yang baik dihadapan komunitas dan masyarakat lain.







CaTaTaN DeMi WaKTuKu...(RiNgKaSaN 9)

KeSeMPuRNaaN ISLAM(11)



Pilar - pilar Masyarakat Islam (3).
Pilar - pilar yang dibangun Rasulullah SAW untuk menghadirkan masyarakat Islam adalah masjid, muakhat (mempersaudarakan), dan Piagam Madinah (kesepakatan yang mengatur keberagaman).

 Piagam Madinah.

  • Piagam Madinah adalah konstitusi yang mengatur hubungan antara Muhajirin - Anshar dan hubungan serta perjanjian antara kaum Muslimin dengan kaum Yahudi.
  • Piagam Madinah adalah untuk kesepakatan tentang keberagaman. Dalam piagam itu Rasulullah SAW mengakui eksistensi agama Yahudi dan kepemilikan harta mereka.
  • Dalam keseluruhan isi Piagam Madinah, seperti disebutkan Syaikh Muhammad Al - Ghazali dalam bukunya "Fiqhus Sirah" kita dapat menangkap beberapa esensi, diantaranya :
  1. Piagam Madinah, menunjukkan dengan sangat nyata dan tegas bahwa Islam bukan hanya aturan wajib dan ritual yang mengatur hubungan seseorang dengan Tuhannya. Piagam Madinah telah menampilkan konstitusi kenegaraan, dan dengan demikian bisa dipastikan bahwa posisi Rasulullah SAW saat menetapkan piagam itu adalah sebagai kepala negara.                                                
  2. Piagam Madinah telah memperlihatkan keadilan Islam dan keadilan perlakuan Rasulullah SAW terhadap komunitas Yahudi.
  3. Piagam Madinah itu telah menegaskan beberapa ketentuan dasar dalam syari'ah Islam seperti bahwa akidah menjadi pemersatu manusia dan bahwa asas hubungan antar Muslim adalah kasih sayang dan tafakul (saling bantu)  .
 


CaTaTaN DeMi WaKTuKu...(RiNgKaSaN 8)

KeSeMPuRNaaN ISLAM(10)



Pilar - pilar Masyarakat Islam (2).
Pilar - pilar yang dibangun Rasulullah SAW untuk menghadirkan masyarakat Islam adalah masjid, muakhat (mempersaudarakan), dan Piagam Madinah (kesepakatan yang mengatur keberagaman).

 Muakhat (mempersaudarakan).

  • Muakhat bermakna mempersaudarakan. Inilah hal kedua yang dilakukan Rasulullah SAW dalam membangun masyarakat Islam.
  • Beliau menginstruksikan kepada kaum Muhajirin dan Anshar, "Bersaudaralah kalian dua orang dua orang."
  • Konsep muakhat tidak lain adalah upaya implementasi nilai - nilai yang diajarkan Rasulullah SAW kepada para pengikutnya dalam kehidupan sosial secara nyata, setelah mereka mendapatkan berbagai nilai kebaikan di dalam masjid.
  • Orang - orang Muhajirin sendiri, sebagai pendatang yang mendapatkan segala kebaikan dari orang - orang Anshar, mengatakan kepada Rasulullah SAW, "Wahai, Rasulullah SAW, kami belum pernah mendapati kaum yang kami datangi ini (Kaum Anshar). Mereka pandai menghibur saat kesulitan dan paling baik berkorban saat berkecukupan. Mereka telah mencukupi kebutuhan hidup kami dan berbagi kepada kita dalam hal tempat tinggal. Sampai - sampai kami kwatir mereka memborong pahala semuanya."
  • Rasulullah SAW menjawab, "Tidak (kalian tidak akan kehilangan pahala), selama kalian memuji mereka dan mendoakan kebaikan untuk mereka."
  • Konsep Muakhat yang dilakukan Rasulullah SAW adalah yang pertama dalam sejarah kemanusiaan; 
  • Bahwa Rasulullah SAW memerintahkan dan memantau langsung program muakhat ini, tidak mengandalkan orang lain dan tidak hanya memberikan taujih (arahan) dengan kata - kata;
  •  Dengan muakhat maka hiduplah jiwa kasih sayang dan kesiapan berkorban dan berjuang pada kebaikan - kebaikan seperti ajaran - ajaran Rasulullah SAW.

CaTaTaN DeMi WaKTuKu...(RiNgKaSaN 7)

KeSeMPuRNaaN ISLAM(9)



Pilar - pilar Masyarakat Islam (1).
Pilar - pilar yang dibangun Rasulullah SAW untuk menghadirkan masyarakat Islam adalah masjid, muakhat (mempersaudarakan), dan Piagam Madinah (kesepakatan yang mengatur keberagaman).

 Masjid.

  • Masjid dibutuhkan bukan hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah - ibadah wajib dan ritual.
  • Di zaman Rasulullah SAW benar - benar menjadi pusat dan titik tolak peradapan imani.
  • Rasulullah SAW juga melakukan pembinaan manusia agar mereka menjadi sosok pengisi peradapan imani dan pengubah sejarah, bukannya penonton kehidupan.
  • Di masjid terdapat atraksi ketangkasan menggunakan senjata dan latihan tempur.
  • Di masjid pula, ada pusat kesehatan masyarakat, terutama saat perang. Untuk mengatur strategi perang di masjid.
  • Masjid digunakan untuk memberdayakan, menghidupkan, dan menggerakkan sebagai masyarakat Islami.
  • Allah SWT berfirman : 
"Hanyalah yang memakmurkan masjid - masjid Allah ialah orang - orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang -orang yang diharapkan termasuk golongan orang - orang yang mendapat petunjuk." (QS. At- Taubah,9 : 18)

  • Seorang Muslim adalah agen kasih sayang Allah. Dan masyarakat Islam adalah komunitas yang harus menjadi agen kasih sayang Allah SWT.
  • Untuk menjadi agen kasih sayang Allah itu seorang Muslim dan sebuah masyarakat Islam itu harus memiliki :
  1. Kedekatan dengan Allah yang memunculkan keikhlasan untuk bekerja dan berjuang.
  2. Pemahaman yang benar tentang Islam sehingga tidak salah implementasikannya.
  3. Berpegang teguh (iltizam) dengan nilai - nilai itu sehingga menjadi etalase Islam.
  4. Perhatian, kepedulian dan kasih sayang kepada sesama Muslim dan bahkan kepada yang bukan muslim.
  5. Rasa kesederajatan dan keadilan tanpa memandang ras, warna kulit, dan kebangsaan.  

  • Peran masjid tidak akan pernah tergantikan oleh gedung, lembaga, komunitas apapun dalam masyarakat Islam.


Jumat, 13 Desember 2013

CaTaTaN DeMi WaKTuKu...(RiNgKaSaN 6)

KeSeMPuRNaaN ISLAM(8)



Pilar - pilar Masyarakat Islam.
  • Hampir semua ahli tarikh (muarrikhin) sepakat bahwa tonggak sejarah terbentuknya masyarakat Islam adalah saat Rasulullah SAW  berhijrah dengan para sahabatnya ke Yatsrib.
  • Kota Yatsrib kemudian disebut dengan nama Madinatur - Rasul (Kota Rasul) yang kemudian populer dengan sebutan Al- Madinah Al -Munawwarah atau Madinah.
  • Pilar - pilar yang dibangun Rasulullah SAW untuk menghadirkan masyarakat Islam adalah masjid, muakhat (mempersaudarakan), dan Piagam Madinah (kesepakatan yang mengatur keberagaman).

CaTaTaN DeMi WaKTuKu...(RiNgKaSaN 5)

KeSeMPuRNaaN ISLAM(7)




Membentuk Masyarakat Islam.
  • Membangun Masyarakat Islam telah menghadirkan masyarakat Islam yang merupakan bagian dari kesempurnaan Islam (Syumuliyatul -Islam).
  • Artinya, implementasi Islam apa adanya sebagaimana yang Allah SWT kehendaki tidak akan sempurna tanpa kehadiran lahan yang bernama masyarakat Islam.
  • Firman Allah SWT :
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik - baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. An-Nisa 4 : 58)
  • Ayat berikut mangandung arti, tatanan kehidupan dalam masyarakat Islam memiliki makna manakala ada interaksi sosial di bidang perekonomian.
"Hai, orang - orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah (seperti berhutang piutang, berjual beli, sewa menyewa, dsb) tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis diantara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakan (apa yang ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikit pun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakan, maka hendaklah walinya mengimlakan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang - orang lelaki diantaramu......" (QS Al Baqarah 2 : 282)
  • Keindahan Islam bukan hanya hadir dalam sosok personal melainkan juga komunitas (masyarakat).
  • Sebab Islam mengatur bukan hanya hubungan seseorang dengan Tuhannya tetapi juga hubungan seseorang dengan lingkungannya.
  • Hubungan seseorang dengan lingkungannya termasuk : sebagai anak terhadap orang tuanya, sebagai ayah atau ibu terhadap anaknya, sebagai suami atau istri terhadap pasangannya, sebagai warga kepada tetangganya, sebagai rakyat kepada pemimpinnya, sebagai pemimpin kepada rakyatnya, sebagai alam semesta terhadap lingkungan hidupnya, dsb.
  • Bahkan Islam telah menjadikan kualitas interaksi seseorang dengan lingkungan hidupnya, baik manusia maupun alam semesta, sebagai salah satu indikator atau parameter kualitas hubungannya dengan Allah SWT.
  • Pesan - pesan Islam dalam Firman Allah SWT :
  • Wahai, orang - orang yang beriman penuhilah janji - janji kalian." (QS. Al - Maidah,5 : 1)
  • "Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu - bapak, karib - kerabat, anak - anak yatim, orang - orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang - orang yang sombong dan membangga - banggakan diri. (Yaitu) orang - orang yang kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka...." (QS. An-Nisa,4: 36-37) 
  • "Demi Dzat yang diriku berada di tangan-Nya (demi Allah), tidaklah ber-Islam (secara sempurna) seorang hamba hingga ber-Islam hati dan lidahnya. Dan tidaklah beriman (secara sempurna) hingga dia menjaga tetangganya dari kezaliman dirinya." (sabda Rasulullah SAW diriwayatkan Imam Ahmad)
  • Orang mukmin sejati menurut Al-Qur'an : "Sesungguhnya beruntunglah orang - orang yang beriman, (yaitu) orang - orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang - orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang - orang yang menunaikan zakat, dan orang - orang yang menjaga kemaluannya." (QS. Al Mu'minuun,23 : 1-5) 
  • "Dan orang - orang yang memelihara amanat - amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang - orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka itulah orang - orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya." (QS. Al Mu'minuun, 23 : 8-11)
  • Banyak ayat - ayat Al - Qur'an dan hadits - hadits Rasulullah SAW dan masih banyak lagi yang secara keseluruhan menegaskan bahwa tingkat keimanan, kesalehan, dan kedekatan seseorang kepada Allah, dan aturan - aturan ibadah - ibadah yang wajib.
  • Kesempurnaan pelaksanaan ajaran Islam dan keimanan adalah manakala seseorang, selain melaksanakan ibadah wajib secara baik dan benar, juga melaksanakan ajaran - ajaran Islam dalam interaksi sosial dengan lingkungan tempat dia tinggal.
  • Interaksi sosial seorang Muslim dengan lingkungannya menyangkut berbagai aspek. 
  • Interaksi itu bisa berbentuk interaksi akidah, ibadah, akhlak, politik, ekonomi, budaya, dan lain sebagainya.
  • Dan segala bentuk interaksi itu, bentuk aktualisasi diri semuanya harus menampilkan keindahan Islam menjadi pribadi - pribadi yang dicintai Allah SWT.

CaTaTaN DeMi WaKTuKu...(RiNgKaSaN 4)

KeSeMPuRNaaN ISLAM(6)



Bagaimana Terbentuknya Masyarakat Islam ?
  • Proses terbentuknya masyarakat Islam di zaman Rasulullah SAW menunjukkan beliau berjuang untuk membentuk masyarakat Islam.
  • Beliau peduli bukan hanya pada pembentukan pribadi yang shalih melainkan juga siap bekerjasama, berinteraksi, dan bahu membahu dengan anggota masyarakat lain.
  • Tonggak sejarah terbentuknya masyarakat Islam adalah saat Rasulullah SAW hijrah dengan para sahabatnya ke Yatsrib, kota itu lalu disebut Madinatur - Rasul (Kota Rasul) yang kemudian populer dengan Al-Madinah Al Munawwarah.
  • Akan tetapi hijrahnya Rasulullah SAW dan para sahabatnya itu bukan awal perjuangan dalam pembentukan masyarakat Islam, dan kelak pemerintahan Islam.
  • Awal perjuangan pembentukan masyarakat Islam adalah saat Rasulullah mendapat perintah untuk menyampaikan pesan Ilahi kepada manusia melalui wahyu atau firman Allah SWT.
  • "Maka sampaikanlah olehmu secara terang - terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang - orang musyrik." (QS. Al-Hijr 15 : 94).
  • Sejak itulah Rasulullah SAW bekerja, membina (tarbiyah) untuk membentuk sosok - sosok yang akan mengisi pos - pos kehidupan masyarakat dan menyiapkan manusia - manusia yang menjadi komponen masyarakat itu.
  • Orang - orang yang musyrik di Mekkah mengerti  misi yang dibawa Rasulullah SAW dan mengetahui segala konsekuensi dari ajaran, "Tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT."
  • Dan dakwah Rasulullah SAW dapat membentuk masyarakat Islam, dan Allah menggambarkan,"Dan ingatlah (hai para Muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Makkah), kamu takut orang - orang (Makkah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik - baik agar kamu bersyukur." (QS. Al-Anfal 8 : 26)
  • Dari Makkah, Rasulullah SAW pun mengembangkan dakwahnya ke Yatsrib, dan diutus Mush'ab bin Umair ke kota itu, dan namanya tercatat sebagai duta Islam pertama yang diutus Rasulullah SAW. Dalam waktu 2 tahun sebanyak 82 orang di kota itu masuk Islam.
  • Itu semua merupakan bagian dari perjuangan Rasulullah SAW menegakkan masyarakat Islam.
  • Ketika Masa Makkiyah (masa surat - surat Makiyyah di dalam Al Qur'an diturunkan di kota Makiyyah) adalah 13 tahun, sementara sejak hijrah ke Madinah hingga Rasulullah SAW wafat hanya kurang lebih 10 tahun. Jadi bisa dikatakan, masa Rasulullah SAW mempersiapkan dan membangun masyarakat Islam lebih lama dari masa beliau memimpinnya.
  • Hal ini mengisyaratkan bahwa terbentuknya masyarakat Islam harus diikuti kerja keras, keseriusan, dan kesabaran karena ridha Allah SWT.

CaTaTaN DeMi WaKTuKu...(RiNgKaSaN 3)

KeSeMPuRNaaN ISLAM(5)



  • Terbentuknya masyarakat Islam adalah proses otomatis dari hadirnya individu - individu Muslim, maka dia akan fokus pada pembentukan individu (afrad).
Apakah Masyarakat Islam itu?
  • Penting kita pahami bahwa masyarakat Muslim (Al-Mujtama' al-Muslim) atau masyarakat Islam (Al-Mujtama'al Islam) tidak semata diukur dari anggotanya yang terdiri dari orang - orang Muslim atau beragam Islam, melainkan nilai - nilai yang mengatur kehidupan sosialnya berdasarkan aturan Islam.
  • Masyarakat Islami adalah masyarakat "rabbani" (menjadikan Allah sebagai sumber nilai), yang mempunyai tujuan pengabdian kepada Allah, segala aturannya bersumber dari syari'at Islam, dan diikat dengan ikatan iman.
  • Kita bisa menyebut masyarakat Islam yang tengah berproses menuju idealita.
  • Alasan utama dari keunikan masyarakat Islam dibandingkan masyarakat lainnya karena masyarakat Islam itu bentukan syari'at yang datang dari sisi Tuhan.
  • Syari'at itulah yang telah membentuk masyarakat atas dasar apa yang Allah inginkan bagi hamba-Nya.
  • Dan dalam naungan syari'at itulah masyarakat Islam, menghadirkan ikatan - ikatan kerja, produksi, hukum, tatanan individu dan masyarakat, prinsip - prinsip perilaku, aturan interaksi dan seluruh tonggak bagi masyarakat dengan corak yang jelas.
  • Syari'at Islamlah yang membentuk masyarakat Islam. 
  • Masyarakat Muslim adalah masyarakat masyarakat yang istimewa dibandingkan seluruh masyarakat lainnya, karena keistimewaan komponen - komponen dan karakteristiknya.
  • Sejarah Pemerintahan dimulai dengan akidah - akidah Islam dan syari'at Islam telah terbentuk di zaman Rasulullah SAW, meski Rasulullah SAW sebentar menjadi Pemimpin Pemerintahannya setelah terbentuknya suatu negara dan tatanan masyarakat Islam berdasarkan syari'at Islam , karena beliau wafat, dan dilanjutkan para sahabat Nabi sebagai khalifah bumi.
  • Masyarakat Muslim merupakan masyarakat rabbani (menjadikan Allah sebagai sumber nilai), manusiawi, berakhlak, dan seimbang.
  • Kaum muslimin dituntut mewujudkan masyarakat ini hingga mereka dapat mengeksiskan agama dan mengaktualisasikan jati diri mereka, serta hidup dalam naungan kehidupan Islam terpadu.
  • Yakni, kehidupan yang dibimbing akidah Islam, disucikan dengan ibadah Islam, dikendalikan oleh pemahaman Islam, digerakkan oleh perasaan Islam, dipagari oleh akhlak Islam, diperindah tata krama Islam, didominasi oleh nilai - nilai Islam, hukumnya adalah syari'at Islam, dan diorientasi ekonomi, seni dan politiknya adalah ajaran Islam. 

Sabtu, 07 Desember 2013

CaTaTaN DeMi WaKTuKu....(RiNgKaSaN 2)

KeSeMPuRNaaN ISLAM(4)


PenTiNgNYa MaSYaRaKaT ISLAM.

Alasan pentingnya posisi masyarakat Islam dalam Islam :

  • Pertama,
  • Masyarakat Islam bagian dari Syumuliyyah (kesempurnaan) Islam.
  • Islam diturunkan bukan hanya untuk mengatur individu, tetapi juga mengatur masyarakat, negara, bahkan hubungan antar masyarakat Islam dengan komunitas lainnya.
  • Ajaran ini dipersiapkan Allah untuk mengatur individu dan hubungannya dengan sesama atau antar komunitas.
  • Wahyu Al - Qur'an yang diturunkan selama kurun waktu tidak kurang dari 23 tahun itu (22 tahun 2 bulan 22 hari), mustahil hanya mengatur urusan - urusan pribadi.
  • Waktu sepanjang itu dibutuhkan karena Allah SWT menurunkan Al - Qur'an untuk membentuk sebuah tatanan masyarakat.
  • Saat wahyu usai diturunkan serta Rasulullah SAW dipanggil keharibaan-Nya, masyarakat Islam yang ditinggalkan beliau, telah mencapai puncak kematangan dan kedewasaannya.
  • Ajaran Islam tentang kemasyarakatan atau hubungan seseorang dengan orang lain jauh lebih banyak ketimbang ajaran yang hanya menyangkut individu.
  1. Ayat terpanjang dalam Al - Qur'an bukanlah tentang perintah shalat melainkan tentang pencatatan utang piutang.
  2. Betapa banyak ayat Al-Qura'an yang memerintahkan orang beriman agar berbuat baik kepada kerabat dan tetangga.
  3. Beberapa hadits menjelaskan bahwa orang yang bersikap baik kepada sesama manusia.

  • Ibadah - ibadah utama dalam Islam (terangkum dalam rukun Islam) seluruhnya berdimensi kemasyarakatan. 

  1. Shalat, sangat dianjurkan dilakukan berjama'ah artinya dilakukan bersama orang lain dan di masjid (bagi laki - laki).
  2. Puasa ramadhan, meski sangat individu, dilakukan secara bersamaan dalam masyarakat.
  3. Zakat, lebih nyata lagi, sebagai ibadah yang berdampak sosial.
  4. Haji, ibadah sosial yang bersifat kolosal dan menjadi ajang interaksi umat Islam sedunia, tak peduli bahasa dan warna kulitnya.

  • Kedua,
  • Hadirnya masyarakat Islam merupakan kesempurnaan ibadah (pengabdian) kepada Allah SWT
  • Betapa banyak perintah ibadah yang harus dilakukan secara bersama - sama.
  • Dapat dikatakan sebagian besar perintah Allah disampaikan dalam format perintah kepada banyak orang bukan individu.
  • "Hai orang -orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebajikan, supaya kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar - benarnya.....Maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dialah adalah Pelindungmu, maka Dia sebaik - baik Pelindung dan sebaik - baik Penolong." (QS. Al - Hajj: 77 - 78)

  •  Ketiga,
  • Masyarakat Islam adalah satu mata rantai bagi perjuangan mewujudkan peradaban atas dasar iman. 
  • Masyarakat Islam merupakan tempat nilai - nilai dan ajaran Islam yang diimplementasikan.

  • Keempat,
  • Masyarakat Islam adalah sarana atau fasilitas untuk mewujudkan kebahagiaan dunia dan akhirat
  • Di dunia,"Jika sekiranya penduduk negeri - negeri beriman dan bertakwa , pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS. Al-A'raaf, 7 : 96)
  • Di akhirat, "Dan bersegeralah kamu dengan ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang - orang yang bertakwa." (QS. Ali Imran, 3 : 133)

CaTaTaN DeMi WaKTuKu..... (RiNGKaSaN 1)


KeSeMPuRNaaN ISLAM(3)



PoSiSi MaSYaRaKaT ISLAM DaLaM ISLAM.
  • Membentuk masyarakat Islam merupakan agenda penting dan utama yang dicita - citakan setiap langkah perubahan yang beraneka ragam budaya dan agama.
  • Langkah - langkah membentuk masyarakat Islam yaitu :
  1. Membentuk pribadi - pribadi Muslim.
  2. Membangun keluarga Islami.
  3. Mewujudkan masyarakat Islam.
  4. Memperbaiki pemerintahan dalam masyarakat Islam.
  5. Menegakkan kepemimpinan atas dunia.
  6. Menjadi pengendali peradaban manusia.
  • Rasulullah SAW pada awal dakwahnya, sejak beliau dan pengikutnya dikejar - kejar dan diintimidasi kafir Quraisy, telah membentuk komunitas yang layak disebut masyarakat, tepatnya masyarakat Islam.
  • Rasulullah SAW juga memerintahkan selalu jujur dalam berkata - kata, menunaikan amanah, menyambung tali kekerabatan (silaturahim), bersikap baik dalam bertetangga, menjauhkan diri dari yang haram dan darah (mencederai hak hidup orang lain).
  • Rasulullah SAW memerintahkan , agar melakukan shalat, zakat, puasa, yang termasuk rukun Islam.
  • Rukun Islam ada 5 yang wajib dilakukan :
  1. Mengucapkan kalimat syahadat.
  2. Mengerjakan shalat. 
  3. Menunaikan zakat.
  4. Mengerjakan puasa.
  5. Menunaikan ibadah haji. 

  • Ajaran Islam mempunyai karakter menciptakan segala perangkat yang dibutuhkan bagi hadirnya peradaban imani.
  • Peradaban imani yang diimplementasikan dengan baik dan benar dengan sendirinya membentuk pribadi - pribadi muslim.
  • Dengan pribadi - pribadi muslim terbentuk keluarga muslim, kemudian terwujudlah masyarakat Islam yang merupakan salah satu tujuan masyarakat Islam.


 

CaTaTaN MaSa DePaNMu (RiNgKaSaN 2)

KeSeMPuRNaaN ISLAM(2)

  • Agar tak terjadi kerusakan di muka bumi, sebagian orang diberi amanah oleh Allah untuk memimpin umat.
  • Kepemimpinan mensyaratkan antara lain : ketakwaan, keadilan, dan kejujuran.
  • Disisi lain rakyat pun punya kewajiban untuk menaati pemimpin dan memberi masukan atau pendapat.

PeRaN SeBaGai PeMiMPiN DaN RaKYaT.
  • Islam telah menyediakan himpunan perangkat aturan yang harus dipahami dan menjadi pedoman manusia, baik sebagai pemimpin maupun sebagai rakyat, karena sejatinya Islam adalah din (agama) dan daulah (negara).
  • Islam adalah akhlak dan pemerintahan. Jadi tidak mungkin Islam dipisahkan dari urusan kepemimpinan di dalam urusan bangsa, negara dan pemerintahan.
  • Kekuasaan sendiri dalam Islam memiliki tujuan - tujuan yang luhur lagi mulia. Ini dapat diserap dari firman Allah SWT : 
"Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar - benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Yaitu) orang - orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembayang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf (kebaikan), dan kepada Allahlah kembali segala urusan." 
(Qs. Al-Hajj : 40-41)
  • Ayat ini menegaskan tentang adanya orang - orang  yang diberi amanah Allah untuk menjadi seorang pemimpin umat di bumi.
  • Siapakah Mereka?
  • Mereka adalah orang - orang yang mendapat amanah kekuasaan dari Allah. Dan pada saat berkuasa itu mereka mendirikan shalat, menuaikan zakat, menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari segala perilaku yang tidak baik.
  • Jadi, tujuan luhur diwujudkannya kekuasaan adalah menghadirkan kebaikan bagi seluruh masyarakat.
  • Oleh karena itu, agar tujuan dibentuknya pemerintahan dapat  dicapai maka Islam memberikan arahan - arahan yang sangat baik untuk manusia, baik dalam perannya sebagai pemimpin maupun sebagai rakyat.
  • Rasulullah SAW bersabda : "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan di minta pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya." (HR. Bukhari) 
  • Dalam rangka mempertanggung jawabkan kepemimpinan itu, kemudian Islam memberikan bimbingan kepada para pemimpin, sebagai berikut :
  • Pertama,
  • Mewujudkan pengabdian kepada Allah dan menggiring manusia untuk menjadi hamba - hamba Allah.
  • Imam Ibnu Taimiyyah mengatakan,"Jika Rasulullah SAW telah mewajibkan pada kelompok yang paling kecil dan perkumpulan paling sederhana untuk mengangkat salah seorang sebagai pemimpin, maka ini merupakan peringatan tentang wajibnya hal itu (pengabdian kepada Allah) pada kelompok yang lebih besar dari itu ."
  • Karenanya, kekuasaan bagi yang mengambilnya (pemimpin yang berkuasa) dalam ketaatan yang dengannya, ia mendekatkan diri kepada Allah dan melaksanakan kewajiban setinggi kemampuan adalah merupakan salah satu amal shalih yang paling utama.
  • Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya dari Nabi SAW, "Sesungguhnya manusia yang paling Allah cintai adalah pemimpin yang adil".
  • Kedua,
  • Menegakkan keadilan.
  • Firman Allah SWT :
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." (QS. An - Nahl : 90)
  • Dan Rasulullah SAW menyebutkan pemimpin yang adil sebagai salah satu dari tujuh kelompok manusia yang akan mendapatkan perlindungan Allah SWT.
  • Bahkan seorang pemimpin wajib menegakkan keadilan meskipun hal itu "merugikan" diri sendiri atau orang - orang terdekat.
  • Firman Allah :
"Wahai orang - orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar - benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, biar pun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu." (QS. An-Nisa': 135)
  • Ketiga,
  • Mengelola aset dan kekayaan negara, menjaganya serta memanfaatkannya untuk sebesar - besarnya kepentingan rakyat.
  • Pengelolaan ini harus menjamin terwujudnya distribusi kekayaan secara adil dan tidak hanya beredar di kalangan segelintir manusia."
  • Firman Allah SWT :
"Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota - kota maka adalah untuk untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak - anak yatim, orang - orang miskin dan orang - orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang - orang yang kaya saja diantara kamu." (QS. Al-Hasyr : 7)

  • Oleh karena itu, Allah memberi amanah kepada pemimpin negara yang beragama Islam untuk memungut zakat dan mendistribusikan kepada pihak - pihak yang telah ditetapkan dalam Islam sebagaimana tercantum Firman Allah SWT : 
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo'alah untuk mereka. Sesungguhnya do'a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. At - Taubah : 103)
  • Tentang kewajiban pemimpin mengelola amanah kekayaan negara secara jujur dan transparan, Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya orang - orang yang berebut harta Allah secara tidak sah maka bagi mereka neraka pada hari kiamat." (HR. Bukhari)
  • Keempat,
  • Mengangkat para pembantu dan pejabat berdasarkan kapabilitas (kemampuan dari Allah atau amanah), sifat amanah, dan jujur.
  • Firman Allah SWT : 
"SESUNGGUHNYA ORANG YANG PALING BAIK KAMU AMBIL UNTUK BEKERJA (PADA KITA) IALAH ORANG YANG KUAT LAGI DAPAT DIPERCAYA."  (QS. Al - Qashash : 26)

  • Ibnu Taimiyyah mengatakan,"Syarat kuat dan terpercaya bermakna ilmu dan keahlian dalam melaksanakan tugas yang diembankan padanya, mampu menjalankannya, dan takut kepada Allah bukan kepada manusia."
  • Kelima,
  • Memberikan kemudahan bagi rakyat untuk mencari penghasilan, dan bekerja serta menjamin rasa aman.

  • Firman Allah SWT :
"Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan." (QS. Quraisy : 4)

Aturan - Aturan Islam Yang Mengarahkan Para Pemimpin Agar Mengelola Kekuasaan Secara Baik.

  • Para pemimpin itu bersikap jujur, baik, adil dan bertakwa kepada Allah, maka mereka punya hak atas rakyat untuk mempunyai kewajiban yang harus ditunaikan terhadap pemimpin, antara lain : 
  • Pertama,
  • Taat.
  • Firman Allah SWT : 
"Wahai orang - orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dan pemimpin di antara kalian." (QS. An-Nisa' : 59)
  • Kedua,
  • Membantu, membela, dan mendukung.
  • Dalam konteks pemerintah Islam yang adil dan jujur banyak sekali hadits - hadits yang memerintahkan umat Islam untuk taat, membela, dan menjaga pemimpin yang shalih dari rongrongan orang - orang yang ingin membuat kekacauan. 
  • Ketiga,
  • Memberi nasehat agar senantiasa di jalan yang lurus dan selalu diridhai Allah SWT.
  • Diantara yang dicintai Allah SWT, menurut Rasulullah SAW,"memberikan nasihat kepada orang yang mendapat amanah memimpin kalian." (HR. Muslim)
  • Itulah beberapa bukti bahwa Islam memberikan arahan kepada manusia dalam segala perannya, baik sebagai pemimpin maupun sebagai rakyat.

CaTaTaN MaSa DePaNMu (RiNgKaSaN 1)

KeSeMPuRNaaN ISLAM(1)

  • Tak Hanya untuk sesama manusia, kebaikan seorang muslim pun semestinya berimbas pada kelestarian lingkungan alam dimana dia tinggal di masyarakat.

PeRaN SeBaGai aNgGoTa MaSYaRaKaT.

  • Peran manusia sebagai individu dan sebagai anggota keluarga merupakan pembentukan individu shalih yang tidak hanya dinikmati dirinya sendiri melainkan juga untuk memberikan dampak kebaikan pula bagi pihak lain, baik sesama manusia atau pun makhluk lain sesama ciptaan Tuhan.
  • Islam mengarahkan setiap orang dalam posisinya sebagai anggota masyarakat agar menjadi konsisten selalu dalam kebaikan (kontributor kebaikan).
  • Kebaikan yang diinginkan Islam adalah kebaikan menyeluruh yang dinikmati oleh semua anggota alam semesta, baik yang beragama Islam dan bukan yang beragama Islam.
  • Islam mengajarkan setiap muslim untuk memperhatikan dan berbuat baik kepada tetangga dan anggota masyarakat lain yang tidak beruntung.
  • Firman Allah SWT :
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan -Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu - bapak, karib - kerabat, anak - anak yatim, orang - orang miskin, tetangga yang yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang - orang yang sombong dan membanggakan diri." (QS. An-Nisa : 36)

  • Dalam ayat itu, memerintahkan kita berbuat baik kepada tetangga sebagai tatanan masyarakat setelah tatanan keluarga.
  • Ada dua kategori tetangga yaitu :
  1. Tetangga dekat (al-jari dzil qurba) adalah tetangga yang terhubung dengan kekerabatan (darah).
  2. Tetangga jauh (al jaril - junubi) adalah tetangga yang tidak terikat dengan hubungan darah.

  • Dari ayat tersebut, kita memahami bahwa berbuat baik kepada tetangga dan orang lain yang membutuhkan pertolongan Allah SWT , yaitu anak - anak yatim dan orang miskin, ditempatkan pada rangkaian perintah - perintah besar, yakni perintah beribadah murni hanya kepada Allah SWT, serta berbuat baik kepada kedua orang tua.
  • Hal ini dimaknai bahwa keimanan dan pengabdian kepada Allah SWT akan sempurna bilamana ditindak lanjuti dengan perbuatan kebajikan kepada anggota masyarakat. Bahkan dalam urusan berbuat baik kepada tetangga yang bukan Muslim mendapat jatah kebaikan dari seorang Muslim.
  • Rasulullah SAW pun menegaskan : "Jibril tak henti - henti berpesan kepadaku (untuk berbuat baik) kepada tetangga sampai - sampai aku mengira bahwa dia akan menjadikan tetangga sebagai ahli waris." (HR. Ahmad)
  • Sebagai anggota masyarakat, seorang muslim dituntut selalu memberi kontribusi kebaikan kepada sesamanya.
  • Rasulullah SAW menggambarkan seorang Mukmin bagaikan lebah. Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap ditempat yang bersih, dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapi itu)." (HR.Ahmad dan Al-Hakim)
  • Rasulullah SAW juga bersabda,"Barang siapa mengenyahkan satu kedukaan dunia dari seseorang Mukmin maka Allah mengenyahkan kedukaan darinya pada hari kiamat. Barangsiapa memberikan kemudahan bagi orang yang kesulitan maka Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa menutup (aib) seseorang Muslim maka Allah akan menutupnya di dunia dan akhirat. Dan Allah senantiasa menolong hambanya selama ia menolong saudaranya." (HR. Muslim)
  • Islam juga menjelaskan tentang pentingnya seorang Muslim menghadirkan kenyamanan dan rasa aman pada diri saudara - saudaranya dan lingkungannya.
  • Rasulullah SAW memerintahkan,"Jika seseorang lewat ke satu majelis (perkumpulan manusia) atau pasar dengan membawa anak panah, maka hendaklah ia memegang mata panahnya (bagian yang tajam)." (HR. Bukhari dan Muslim)


PeRaN SeBaGai aNgGoTa ALaM SeMeSTa.

  • Islam juga mengarahkan seorang muslim dalam posisinya sebagai anggota alam semesta untuk menciptakan lingkungan yang baik dan kondusif bagi hadirnya kehidupan yang menyejahterakan dengan cara memerintahkan untuk memiliki perhatian terhadap lingkungannya.
  • Seperti dijelaskan pada Firman Allah SWT :
"Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. sesungguhnya Kami benar - benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik - baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji - bijian di bumi itu, anggur dan sayur - sayuran, zaitun dan pohon kurma, kebun - kebun (yang) lebat, dan buah - buahan serta rumput - rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang - binatang ternakmu." (QS. 'Abasa: 24-32)
"Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung - gunung dan Kami tumbuhkan padanya gunung - gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan - keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk - makhluk yang kamu sekali - sekali bukan pemberi rezeki kepadanya." (QS. Al-Hijr : 19-20)

  • Dari ayat - ayat diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa keberlangsungan kehidupan manusia terkait dengan kondisi lingkungan terutama lingkungan hidup, berupa pepohonan baik yang masuk kategori tanaman keras maupun tanaman pertanian atau palawija.
  • Terbukti dengan adanya penghargaan - penghargaan lingkungan hidup pada anggota masyarakat yang dapat menjaga kelestariaan lingkungan hidup dan ekosistem alam semesta.
  • Oleh karena itu, Allah amat menghargai orang yang berjuang untuk menanam satu pohon dengan segala jerih payahnya, sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW : 
"Siapa yang menanam sebatang pohon dan bersabar untuk menjaga serta memeliharanya hingga berubah, maka ia memperoleh pahala sadaqoh dari setiap buah yang dihasilkan dari pohon tersebut di sisi Allah yang Maha Gagah dan Maha Suci." (HR. Ahmad)


Jumat, 06 Desember 2013

CaTaTaN aBaDiMu (RiNgKaSaN 2)

MeMaHaMi IsLaM

TuNDuK SeLaiN ALLAH SWT = BuKaN ISLAM.

  • Penyimpangan ahlul kitab dari Agama Allah, yaitu ketika mereka mengadakan sekutu - sekutu bagi Allah (tunduk dan patuh kepada sekutu - sekutu itu), disebut penyembah thagut ('abadat thagut)
  • Firman Allah :
"Katakanlah, maukah aku beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk balasan amalnya di sisi Allah SWT, yaitu orang - orang yang dikutuk dan dimurkai oleh Allah, diantara mereka ada yang dijadikan-Nya kera dan babi dan orang yang menyembah thagut. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan tersesat di jalan yang lurus." (QS. Al- Maidah : 60)
  • Bahkan Allah SWT menyebut ketundukan rakyat Fir'aun kepadanya sebagai indikasi kefasikan sebab mereka pasrah kepada seseorang yang tidak berhak untuk dipatuhi, Allah berfirman : "Maka kaum Fir'aun mempengaruhi (membuat rendah) kaumnya. Lalu mereka mentaatinya karena sesungguhnya mereka kaum yang fasik."       (Qs Az-Zukhruf : 54)
  • Begitu pula ketundukan orang - orang kafir Quraisy kepada berhala - berhala. Allah berfirman : "Dan tidaklah mereka menghormati Allah dengan sebenar - benarnya penghormatan ." (QS. Al-An'am : 91)


TuNDuK HaNYa PaDa ALLAH SWT.
  • "Sesungguhnya agama (yang  diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang - orang yang telah diberi Al Kitab, kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat - ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisabnya." (QS. Ali Imran : 19)
  • "Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali - kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya. dan dia di akhirat termasuk orang - orang yang rugi." (QS. Ali : Imran : 85)
  • Ketika Allah SWT menyebutkan bahwa Dia hanya menerima dan meridhai Islam sebagai Agama (QS. Ali Imran : 19 dan 85), hal ini menunjukkan beberapa hal :
  1. Ketundukan tanpa syarat para Nabi kepada Allah tidak lain adalah dalam rangka melaksanakan Islam itu sendiri. Ustadz Sa'id Hawwa mengatakan,"Islam adalah agama semua Rasul dan Nabi, sejak zaman Nabi Adam hingga Nabi terakhir Rasulullah SAW."                                                                                                                                                                                 
  2. Ketundukan yang diakui sebagai sikap Islam adalah pasrah yang hanya ditujukan kepada Allah SWT.

  • Jadi, hakekat Islam adalah pasrah kepada Allah SWT. Dan ini dilaksanakan dengan cara mengikuti apa - apa yang dijalankan dan diajarkan Rasulullah SAW.
  • Sebagaimana disabdakannya: "Tidaklah seseorang beriman kepadaku hingga dia menjadikan hawa nafsunya sebagai pengikut terhadap apa yang aku bawa (ajarkan)."