KeSeMPuRNaaN ISLAM(2)
- Agar tak terjadi kerusakan di muka bumi, sebagian orang diberi amanah oleh Allah untuk memimpin umat.
- Kepemimpinan mensyaratkan antara lain : ketakwaan, keadilan, dan kejujuran.
- Disisi lain rakyat pun punya kewajiban untuk menaati pemimpin dan memberi masukan atau pendapat.
PeRaN SeBaGai PeMiMPiN DaN RaKYaT.
- Islam telah menyediakan himpunan perangkat aturan yang harus dipahami dan menjadi pedoman manusia, baik sebagai pemimpin maupun sebagai rakyat, karena sejatinya Islam adalah din (agama) dan daulah (negara).
- Islam adalah akhlak dan pemerintahan. Jadi tidak mungkin Islam dipisahkan dari urusan kepemimpinan di dalam urusan bangsa, negara dan pemerintahan.
- Kekuasaan sendiri dalam Islam memiliki tujuan - tujuan yang luhur lagi mulia. Ini dapat diserap dari firman Allah SWT :
"Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar - benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Yaitu) orang - orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembayang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf (kebaikan), dan kepada Allahlah kembali segala urusan."
(Qs. Al-Hajj : 40-41)
- Ayat ini menegaskan tentang adanya orang - orang yang diberi amanah Allah untuk menjadi seorang pemimpin umat di bumi.
- Siapakah Mereka?
- Mereka adalah orang - orang yang mendapat amanah kekuasaan dari Allah. Dan pada saat berkuasa itu mereka mendirikan shalat, menuaikan zakat, menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari segala perilaku yang tidak baik.
- Jadi, tujuan luhur diwujudkannya kekuasaan adalah menghadirkan kebaikan bagi seluruh masyarakat.
- Oleh karena itu, agar tujuan dibentuknya pemerintahan dapat dicapai maka Islam memberikan arahan - arahan yang sangat baik untuk manusia, baik dalam perannya sebagai pemimpin maupun sebagai rakyat.
- Rasulullah SAW bersabda : "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan di minta pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya." (HR. Bukhari)
- Dalam rangka mempertanggung jawabkan kepemimpinan itu, kemudian Islam memberikan bimbingan kepada para pemimpin, sebagai berikut :
- Pertama,
- Mewujudkan pengabdian kepada Allah dan menggiring manusia untuk menjadi hamba - hamba Allah.
- Imam Ibnu Taimiyyah mengatakan,"Jika Rasulullah SAW telah mewajibkan pada kelompok yang paling kecil dan perkumpulan paling sederhana untuk mengangkat salah seorang sebagai pemimpin, maka ini merupakan peringatan tentang wajibnya hal itu (pengabdian kepada Allah) pada kelompok yang lebih besar dari itu ."
- Karenanya, kekuasaan bagi yang mengambilnya (pemimpin yang berkuasa) dalam ketaatan yang dengannya, ia mendekatkan diri kepada Allah dan melaksanakan kewajiban setinggi kemampuan adalah merupakan salah satu amal shalih yang paling utama.
- Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya dari Nabi SAW, "Sesungguhnya manusia yang paling Allah cintai adalah pemimpin yang adil".
- Kedua,
- Menegakkan keadilan.
- Firman Allah SWT :
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." (QS. An - Nahl : 90)
- Dan Rasulullah SAW menyebutkan pemimpin yang adil sebagai salah satu dari tujuh kelompok manusia yang akan mendapatkan perlindungan Allah SWT.
- Bahkan seorang pemimpin wajib menegakkan keadilan meskipun hal itu "merugikan" diri sendiri atau orang - orang terdekat.
- Firman Allah :
"Wahai orang - orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar - benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, biar pun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu." (QS. An-Nisa': 135)
- Ketiga,
- Mengelola aset dan kekayaan negara, menjaganya serta memanfaatkannya untuk sebesar - besarnya kepentingan rakyat.
- Pengelolaan ini harus menjamin terwujudnya distribusi kekayaan secara adil dan tidak hanya beredar di kalangan segelintir manusia."
- Firman Allah SWT :
"Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota - kota maka adalah untuk untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak - anak yatim, orang - orang miskin dan orang - orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang - orang yang kaya saja diantara kamu." (QS. Al-Hasyr : 7)
- Oleh karena itu, Allah memberi amanah kepada pemimpin negara yang beragama Islam untuk memungut zakat dan mendistribusikan kepada pihak - pihak yang telah ditetapkan dalam Islam sebagaimana tercantum Firman Allah SWT :
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo'alah untuk mereka. Sesungguhnya do'a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. At - Taubah : 103)
- Tentang kewajiban pemimpin mengelola amanah kekayaan negara secara jujur dan transparan, Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya orang - orang yang berebut harta Allah secara tidak sah maka bagi mereka neraka pada hari kiamat." (HR. Bukhari)
- Keempat,
- Mengangkat para pembantu dan pejabat berdasarkan kapabilitas (kemampuan dari Allah atau amanah), sifat amanah, dan jujur.
- Firman Allah SWT :
"SESUNGGUHNYA ORANG YANG PALING BAIK KAMU AMBIL UNTUK BEKERJA (PADA KITA) IALAH ORANG YANG KUAT LAGI DAPAT DIPERCAYA." (QS. Al - Qashash : 26)
- Ibnu Taimiyyah mengatakan,"Syarat kuat dan terpercaya bermakna ilmu dan keahlian dalam melaksanakan tugas yang diembankan padanya, mampu menjalankannya, dan takut kepada Allah bukan kepada manusia."
- Kelima,
- Memberikan kemudahan bagi rakyat untuk mencari penghasilan, dan bekerja serta menjamin rasa aman.
- Firman Allah SWT :
"Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan." (QS. Quraisy : 4)
Aturan - Aturan Islam Yang Mengarahkan Para Pemimpin Agar Mengelola Kekuasaan Secara Baik.
- Para pemimpin itu bersikap jujur, baik, adil dan bertakwa kepada Allah, maka mereka punya hak atas rakyat untuk mempunyai kewajiban yang harus ditunaikan terhadap pemimpin, antara lain :
- Pertama,
- Taat.
- Firman Allah SWT :
"Wahai orang - orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dan pemimpin di antara kalian." (QS. An-Nisa' : 59)
- Kedua,
- Membantu, membela, dan mendukung.
- Dalam konteks pemerintah Islam yang adil dan jujur banyak sekali hadits - hadits yang memerintahkan umat Islam untuk taat, membela, dan menjaga pemimpin yang shalih dari rongrongan orang - orang yang ingin membuat kekacauan.
- Ketiga,
- Memberi nasehat agar senantiasa di jalan yang lurus dan selalu diridhai Allah SWT.
- Diantara yang dicintai Allah SWT, menurut Rasulullah SAW,"memberikan nasihat kepada orang yang mendapat amanah memimpin kalian." (HR. Muslim)
- Itulah beberapa bukti bahwa Islam memberikan arahan kepada manusia dalam segala perannya, baik sebagai pemimpin maupun sebagai rakyat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar